Website counter
Showing posts with label caleg cerdas. Show all posts
Showing posts with label caleg cerdas. Show all posts

Thursday, July 18, 2013

Buku Marketing Politik: Bahan bacaaan wajib para caleg dan politisi

Meski pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT) belum tiba, tetapi sudah banyak caleg yang sudah melakukan pemanasan kampanye dengan membuat stiker, poster, baliho hingga papan reklame. Tak apalah, sejauh mereka tidak mencantumkan nomor urut mereka. Nomor urut resmi baru diberikan pada DCT yang akan diumumkan bulan Agustus mendatang. 

Bagi caleg incumbent (anggota legislatif lama yang maju lagi sebagai caleg), mungkin tidak masalah dalam mempersiapkan materi kampanyenya. Tetapi lebih banyak lagi caleg baru, sehingga membutuhkan informasi untuk berkampanye, bahkan persiapan untuk menjadi caleg atau bahkan menjadi anggota legislatif, seandainya nanti terpilih. Permintaan ini cukup besar. Saya sendiri mendapat beberapa permintaan untuk melatih saksi partai bahkan pembekalan caleg partai. Tentu ada juga pelatihan untuk pemilih pemula. 


Ada sebuah buku yang bagus untuk dibaca oleh para caleg, baik caleg baru maupun caleg incumbent, peneliti demokrasi dan kepemiluan hingga masyarakat umum terkait dengan persiapan berkampanye sekaligus modal untuk strategi pemenangan pemilu. Buku tersebut adalah "Marketing Politik" yang ditulis oleh Prof. Firmanzah, PhD., Dekan FE-UI 2009-2013. Meski sudah bergelar profesor, orangnya masih muda dan ganteng, ha ha ha (intermezo sedikit). Buku diterbitkan oleh Yayasan Obor Indonesia, yang banyak menerbitkan buku-buku bermutu. 

Menurut Rektor UI Prof. Dr. Soz. Gumilar Rusliwa Somantri, "Seiring dengan semakin rasionalnya masyarakat, hanya partai yang membangun sistem untuk menangkap aspirasi masyarakat kemudian menerjemahkan ke dalam isu-isu politik, kebijakan partai dan produk atau kadernya yang mampu secara riil membantu menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi. 

Persaingan untuk merebut hati dan menyelesaikan persoalan dalam masyarakat merupakan sumber positioning politik (political-positioning). Hal ini penting mengingat dengan besarnya jumlah partai politik menyulitkan masyarakat (pemilih) untuk menentukan siapa yang akan dipilih). Positioning yang jelas akan membantu pemilih dalam menentukan siapa yang akan didukung dan dipilih."

Caleg dalam kepemiluan bisa dikatakan adalah produk, produk yang akan dipilih oleh pemilih di konstituensi atau dapil tertentu. Buku ini  memuat berbagai hal sebagaimana buku-buku marketing lainnya yaitu 4Ps yaitu Product, Price, Promotion dan Place. Tetapi istimewanya, teori marketing ini dipadu padankan dengan ilmu politik. Sesuatu yang cukup berharga. Karena itu, buku ini penting untuk dimiliki oleh para caleg yang bermaksud merebut hati pemilih untuk memilih mereka dalam pemilu legislatif mendatang. 

Buku Marketing politik memberikan politisi untuk dapat mengefektifkan penyusunan produk politik (caleg), segmentasi politik, positioning politik dan komunikasi politik serta bagaimana kampanye politik dilakukan. 

Buku ini juga bagus untuk peneliti dan pemerhati kepemiluan dan demokrasi, karena menempatkan rakyat sebagai "subyek" bukan sekedar sebagai "obyek" dalam pemilu. 

Buku ini bisa dimiliki dengan harga Rp 95.000,- di luar ongkos kirim. Silahkan menghubungi saya di 0856 1122 7868, pin BB 27ec901c. 

ISBN: 978-979-461-639-0
Dimensi: 14,5 x 21 cm
Jenis Cover: soft cover
Berat Buku: 350
Jenis kertas: Book Paper



Thursday, June 20, 2013

Mau jadi caleg, ya harus siap diaudit luar dalam oleh publik


Mau jadi pejabat publik, harus siap diaudit luar dalam oleh publik. Misalnya kayak begini nih, makan bakwan 5 biji di kantin (duluuuu jaman sekolah), tapi ngaku dan bayarnya cuma satu, ha ha ha. Kalau istilah di Jogja adalah Darmaji = DAhaR lima, MbAyar siJI, makan lima bayarnya cuma satu.

Nah, dengan transparansi semacam ini, para bacaleg dan calon-calon bacaleg di masa mendatang akan mikir-mikir terutama mereka yang kelakuannya minus sehari-hari dan menjelang pemilu tiba-tiba mendapat "inspirasi" untuk menjadi caleg dan berkampanye kemana-mana "untuk membangun bangsa Indonesia". Ingat ya, komitmen besar dimulai dengan pemenuhan atas komitmen-komitmen kecil. 

Penerbitan daftar riwayat hidup caleg juga sekaligus mendorong pemilih untuk memilih caleg yang pantas untuk menjadi wakil mereka di parlemen. Pemilih cerdas memilih wakil mereka karena kualitas orang tersebut, baik karakter maupun kapasitasnya, bukan karena tawaran uang dari caleg bodong, punya duit, tapi gak punya otak, apalagi nurani.

Caleg juga terdorong untuk memperbaiki kualitas diri mereka sebelum mereka berpikir untuk maju sebagai caleg. Bukan semata-mata mengguyur pemilih dengan uang, baik uang mereka sendiri maupun uang dari bohir mereka. Caleg kayak begini adalah caleg bodoh dan bodong, sama seperti membujuk anak kecil yang sedang menangis dengan permen lolipop.

# Edisi Menjadi Pemilih Cerdas dan Caleg Cerdas.

Bahan bacaan :